C L O U D ;
ABOUT ENTRY LINKS TWITER FACEBOOK BLOGSKIN
Cerpen Pertamaku
Minggu, 16 Januari 2011 • 18.30 • 0 comments

Pangeran Impianku

               “Teng..Tenggg,” suara lonceng berbunyi pertanda waktu sudah menunjukan pukul tujuh tepat. Pagi itu aku yang sedang asik nongkrong bersama teman-teman tiba-tiba melihat seorang cowok yang kurasa lumayan cakep, tinggi, manis, putih. Perfect! Ya…Itulah cowok yang aku idam-idamkan selama ini. Dengan gayanya yang cool dan yah bisa dibilang lumayan cakep itu kurasa telah mencuri hatiku, hati seorang gadis yang sangat populer di sekolah dengan gayanya yang sok tomboy dan ke indo-indoan. U’ul, itulah sapaan teman-temanku di sekolah. Setahuku, 14 tahun yang lalu orang tuaku memberi nama “Ajeng Kartini” kepadaku, nama yang ku anggap cukup jadul itu telah kubuang jauh-jauh dari hidup ini. Ya..iyalah, zaman gini gitu loh, pake nama itu, ah…Enggak deh, kampungan bangeeet. Kata teman-teman ku sih “wong ndeso”. Maka dari itu dengan senang hati, Rey, cowok yang ku tahu sudah dari kelas satu dulu naruh hati padaku, untuk pertama kalinya memanggilku dengan panggilan U’ul. Mungkin gara-gara aku anak gaul kali ya (cieille), jadi manggilnya U’ul.
“Hellowww!! udah selesei ngeliatnya?” tuding Fara.
Fara adalah sahabatku dari SD. Orangnya baik, pinter, pengertian, trus…Yahh bisa di bilang sedikit feminine gitu. Pokoknya beda banget denganku.
“Apa?” jawabku, yang masih terbengong-bengong ngeliat cowok cakep itu.
“Hey, nggak usah segitunya kali non, kayak ngeliat setan aja. Yaudah yuk!” ajak Fara.
“Eh mau kemana sih!?” tanyaku dengan tampang bingung.
“Mau pulang.” Jawab Fara. “Ya masuk kelas lah, huft...Parah lo Ul”
(sambil menggaruk nggaruk kepala) “Hehe, sorry gue lupa”, jawabku sambil melangkah, menjauh dari tempat itu.
***
                    “Anak anak, kalian kedatangan siswa baru. Ini Ivan, dia pindahan dari Surabaya, kemarin orang tuanya baru saja pindah kesini. Ivan, itu tempat duduk kamu.”
Jantung ini tiba-tiba berdetak lebih kencang ketika melihatnya tersenyum ke arahku.
 “Far, Ivan cakep ya. Gue nggak nyangka dia bisa sekelas sama kita,” ujar ku.
“Iya kali,” jawabnya, sangat cuek.
“Lo naksir nggak?” tanyaku, masih memandangi cowok itu.
“Enggak lah,”
“Syukur deh. Gue naksir Far,”
“Yaellah..PD banget buk. Sayangnya gue nggak nanya kali,”
“Hiiih!! percuma gue ngomong sama lo”
“Aduh, aduh sahabat ku U’ul, jangan marah gitu donk! Gue kan tadi Cuma bercanda,” celoteh Fara sambil memelukku.
“Ya deh, ya deh,” kataku, sambil mulai mendengarkan pelajaran di kelas.
***
                   Kurasa sudah berhari-hari aku memendam perasaan ini. Siang malam aku terus saja memikirkan cowok itu. Dengan tampang cewek sepertiku rasanya tak ada kata tak mungkin untuk menyatakan perasaan ini duluan. Ketika hatiku sudah mantap untuk menyatakan perasaan ini kepadanya, tiba tiba..
“Ul, Ivan Ul. Ivan,” kulihat Fara berlarian kearahku.
“Ivan? Ivan emang kenapa Far?” tanyaku, sedikit penasaran.
“Kata anak-anak, tadi pagi Ivan nembak Chika. Adik kelas kita,”
“Apa? Lo serius Far?”
“Ya serius lah Ul, sumprit deh,”
Tiba-tiba jantung ini serasa berhenti berdetak. Rasanya sakit sekali, bagai terhunus beribu-ribu pedang yang tajam. Apakah ini yang dinamakan patah hati?.
“Lo nggak papa kan Ul?” tanya Fara dengan nada khawatir.
Aku tetap duduk dengan tatapan kosong tanpa jawaban.
“Udah lah lupain Ivan, liat tuh si Rey  yang udah dari dulu naruh harapan ke elo,” celoteh Fara sambil mengelus-elus pundakku.
Fara memang sahabat yang baik dan selalu memahamiku, tapi Fara tidak pernah tahu apa yang kurasakan saat ini. Dia tidak pernah tahu bagaimana hatiku sedang sakit karena patah hati.
***
                 Malam itu, hati ini benar-benar gundah. Oh..Tuhan, kenapa disaat aku benar-benar mencintai seseorang, dia tidak mencintaiku, kenapa oh Tuhan? Apakah ini yang selama ini dirasakan Rey kepadaku. Sambil duduk di halaman belakang rumah, aku masih terbayang-bayang oleh Ivan. Aku tidak bisa menerima kenyataan pahit kisah cintaku ini. Tanpa ku sadar, tiba-tiba ada seorang cowok di belakangku, cowok dengan postur tubuh yang tegap itu menatapku dengan penuh kegembiraan.
Astaga! Sungguh tampan sekali lelaki ini, fikirku dalam hati.
Lelaki ini sungguh jauh lebih perfect jika dibandingkan dengan Rey yang sok kecakepan itu atau pun Ivan yang tak tau entah kapan bisa mencintaiku. Siapa lelaki ini? Hatiku pun dipenuhi oleh tanda tanya. Apakah dia pangeran impianku yang datang dari kayangan?
Ah..Ngaco!, sadar Ul sadar, fikirku dalam hati.
“Putri..” Suara itu tiba-tiba terlontar dari mulutnya. Apakah dia memanggilku? Tapi setahuku namaku U’ul, atau Ajeng Kartini yang merupakan nama kecilku. Ah..sudah lah, tanpa berfikir panjang aku langsung menghampirinya.
“I..iya, ka..kamu siapa?”
“Aku Erik” jawab lelaki tampan itu.
Dengan sekejap lelaki itu memegang tanganku dan langsung memasukan cincin ke salah satu jari pada tangan kiriku, hatiku pun berdegup sangat kencang.
“Apakah kamu mengenalku sebelumnya,” tanyaku dengan ragu.
“Tentu. Kaulah wanita yang aku cari-cari selama ini, maukah engkau menerima cintaku?”
“I..iya dengan senang hati,” jawabku tanpa basa-basi.
Sedetik kemudian cowok tampan itu langsung mengajaku berdansa. Walau agak canggung sih, karena aku belum pernah berdansa sebelumnya.
Aku kini serasa menjadi seorang Juliet sebagai putri kerajaan, bisa juga Snow White yang selalu dipuja-puja oleh para kurcaci, atau yang lebih tepatnya lagi Cinderella yang sungguh beruntung karena bisa bersanding dengan seorang pangeran tampan. Setelah aku puas berandai-andai dalam khayalku, tiba-tiba cowok itu pergi, dia berlari menjauh dan menghilang di balik semak-semak dan pohon.
“Oh..tidak, kemana pangeranku?” Aku harus mencari pangeran itu. “Pangeran, kemana kau?” “Pangeran, jangan tinggalkan aku.” Kini aku pun berlari, terus berlari untuk menemukan kembali pangeran impianku. Namun Tiba-tiba…
Gedubrakkkkk…kkkk!!! Auuu, sakiiit.
Hah..Ternyata! Ternyata aku jatuh dari kursi taman setelah tertidur lelap semalaman. Jadi, jadi ini semua hanya mimpi? Lalu bagaimana dengan Cinderella? Cincinnya? Apakah itu juga mimpi? Dengan segera aku langsung membuka genggaman tanganku. Astagfirullah!! Cincinnya, cincinnya ada.




MY WORDS;
Niswana Wafi Alfarda, just call Wafi. A little girl who born in 16 jan 1997. I love adventure, and it’s amazing--

GIVE ME YOUR WORDS;


" Change with yours "

OTHERS;


I'm Here!


>> dapat blog baru
date : NOW
at:10 am


>> beruk keluar tandas
date : 12/12/12
at: 12pm


>> cinderella arrived
date: 1/1/2190
at: 13.12pm

BLOG ARCHIVE;

  • Cerpen Pertamaku